LAPORAN PRATIKUM PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN I
“ IMUNISASI LENGKAP “
“ IMUNISASI LENGKAP “
DOSEN PEMBIMBING :
Ns. CIRIA IRLANDES S.kep
Kelompok :
Rara Setiawati
Eka Vita Sari
Novitri Wulandari
Pujiana Safitri
Devi Sulmia
Nela Dwita Jayanti
PROGRAM STUDY ILMU S 1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BAITURRAHIM JAMBI ( STIKBA )
TAHUN 2014
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BAITURRAHIM JAMBI ( STIKBA )
TAHUN 2014
Laporan praktikum
⦁ Hari/tgl : senin 17 november 2014
⦁ Waktu : 08:00
⦁ Materi : imunisasi lengkap
⦁ Kelompok :
⦁ Konsep teoritis
Defenisi
Imunisasi adalah suatu usahah untuk memberikan kekebala kepada bayi dan anak serta ibu hamil terhadap penyakit tertentu. Imunisasi adalah pemberian suatu vaksin kedalam tubuh bayi agar membentuk antibody pada bayi tersebut, imunisasi diberikan secara teratur agar perkembangan pertumbuhan pada bayi itu sempurna.
⦁ Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
Imunisasi adalah suatu usahah untuk memberikan kekebala kepada bayi dan anak serta ibu hamil terhadap penyakit tertentu. Imunisasi adalah pemberian suatu vaksin kedalam tubuh bayi agar membentuk antibody pada bayi tersebut, imunisasi diberikan secara teratur agar perkembangan pertumbuhan pada bayi itu sempurna.
⦁ Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
1). PENYAKIT TBC
Penyakit TBC sangat menular dan menyerang semua umur. Di tandai dengan :
⦁ Batuk lebih dari 2 minggu, dahak dapat bercampur darah
⦁ Nafsu makan menurun, BB menurun.
⦁ Bekringat malam tampa aktifitas.
Tes mantoux : untuk menguji apakah pernah terinfeksi TBC
2 ). Penyakit difteri
Penyakit difteri merupakan penyakit menular, terutama menyerang anak kecil. Di tandai dengan :
⦁ Leher bengkak, terbentuk suatu selaput putih kelabuh di kerongkongan dan hidung sehingga menyumbat jalan napas.
⦁ Anak gelisah karena sesak napas yang semakin berat.
⦁ Anak tekak dan amandel membengkak dan merah.
3). Penyakit batuk rejan / batuk 100 hari
Batuk rejan, adalah penyakit menular yang menyerang anak-anak. Ditandai dengan :
⦁ Diawali batuk pilek biasa yang belangsung 7-14 hari. Kemudian diikuti batuk hebat yaitu lebih keras dan menyambung terus 10-30 kali di sertai tarikan napas dan berbunyi, kemudian muntah, mukah meah sampai biru dan mata berair.
⦁ Batuk berlangsung beberapa minggu kemudian berkurang. Penyakit ni dapat menyebabkan radang paru-paru dan terjadi kerusakan otak sehingga dapat menyebabkan kejang, pingsan sampai terjadi kematian.
Batuk rejan, adalah penyakit menular yang menyerang anak-anak. Ditandai dengan :
⦁ Diawali batuk pilek biasa yang belangsung 7-14 hari. Kemudian diikuti batuk hebat yaitu lebih keras dan menyambung terus 10-30 kali di sertai tarikan napas dan berbunyi, kemudian muntah, mukah meah sampai biru dan mata berair.
⦁ Batuk berlangsung beberapa minggu kemudian berkurang. Penyakit ni dapat menyebabkan radang paru-paru dan terjadi kerusakan otak sehingga dapat menyebabkan kejang, pingsan sampai terjadi kematian.
4). Penyakit tetanus
Penyakit tetanus menyerang semua umur, ditandai dengan:
⦁ Kejang /kaku seluruh tubuh.
⦁ Mulut kaku dan sukar dibuka, punggung kaku dan melengkung.
⦁ Kejang dirasakan angat sakit.
⦁ Pada BBL ( 5-28 hari) mendadak tidak dapat meneteh karena mulutnya kaku dan mencucu seperti mulut ikan
Penyakit tetanus menyerang semua umur, ditandai dengan:
⦁ Kejang /kaku seluruh tubuh.
⦁ Mulut kaku dan sukar dibuka, punggung kaku dan melengkung.
⦁ Kejang dirasakan angat sakit.
⦁ Pada BBL ( 5-28 hari) mendadak tidak dapat meneteh karena mulutnya kaku dan mencucu seperti mulut ikan
5). Penyakit polimielitis
Poliemilitis sangat cepat menular di daerah perumahan padat dan lingkungan kumuh. Ditandai dengan:
⦁ Anak rewel, panas dan batuk, 2 hari kemudian leher kaku, sakit kepala, otot badan dan kaki terasa kaku.
⦁ Lumpuh anggota badan tetapi biasanya hanya 1 sisi.
⦁ Penyakit ini dapat menyerang otot pernapasan dan otot menelan yang dapat menyebabkan kematian.
6). Penyakit campak
Penyakit ini sangat menular dan menyerang hampi semua bayi. Tanda-tanda campak:
⦁ Badan panas, batuk, pilek, mata merah dan berair.
⦁ Mulut dan bibir kering serta merah.
⦁ Beberapa hari kemudian keluar bercak dikulit dimulai dibelakang telinga, leher, muka, dahi dan seluruh tubuh.
⦁ Akibat lanjut dari penyakit ini adalah radang telingah sampai tuli, radang mata sampai terjadi kebutaan, diare dan menyebabkan radang paru-paru serta radang otak yang dapat menyebabkan kematian.
7). Penyakit hepatitis B
Penyakit ini adalah penyakit menular yang menyerang semua umur. Tanda-tanda:
⦁ Mual, muntah serta nafsu makan menurun.
⦁ Nyeri sendi, nyeri kepala dan badan panas.
JENIS IMUNISASI:
- BCG : memberi kekebalan pada penyakit TBC
- DPT : memberi kekebalan pada penyakit difteri, batuk rejan dan tetanus.
- POLIO : memberi kekebalan pada penyakit poliomietis.
- CAMPAk : memberi kekebalan pada penyakit campak.
- HB : memberi kekebalan pada penyakit hepatitis B.
- TT : memberi kekebalan pada penyakit tetanus
- DT : memberi kekebalan pada penyakit difteri dan tetanus.
SASARAN IMUNISASI :
⦁ Bayi 0 -9 bulan untuk imunisasi BCG, POLIO, DPT, HB dan CAMPAK.
⦁ Anak SD kelas 1 untuk imunisasi DT.
⦁ Calon pengantin dan ibu hamil untuk imunisasi TT.
⦁ Bayi 0 -9 bulan untuk imunisasi BCG, POLIO, DPT, HB dan CAMPAK.
⦁ Anak SD kelas 1 untuk imunisasi DT.
⦁ Calon pengantin dan ibu hamil untuk imunisasi TT.
JADWAL PEMBERIAN IMUNISASI
JENIS IMUNISASI WAKTU PEMBERIAN KETERANGAN
⦁ BCG, POLIO I Umur 1 bulan
⦁ DPT combo I dan POLIO II Umur 2 bulan
⦁ DPT combo II POLIO III Umur 3 bulan
⦁ DPT combo III POLIO IV Umur 4 bulan
⦁ CAMPAK Umur 9 bulan
⦁ DT Untuk SD kelas I
⦁ TT Untuk sd kelas VI Khusus wanita
JENIS IMUNISASI WAKTU PEMBERIAN KETERANGAN
⦁ BCG, POLIO I Umur 1 bulan
⦁ DPT combo I dan POLIO II Umur 2 bulan
⦁ DPT combo II POLIO III Umur 3 bulan
⦁ DPT combo III POLIO IV Umur 4 bulan
⦁ CAMPAK Umur 9 bulan
⦁ DT Untuk SD kelas I
⦁ TT Untuk sd kelas VI Khusus wanita
DI BAWAH INI CARA PEMBERIAN IMUNISASI :
⦁ BCG : dengan suntikan kadalam kulit pada lengan atas sebelah dalam.
⦁ DPT : suntikan kedalam otot dipangkal paha.
⦁ CAMPAK : suntikan kebawah kulit dilengan kiri atas.
⦁ HB : suntikan pada lengan
⦁ DT/TT : suntikan kedalam otot pada lengan, paha ataupun punggung.
KONTRA INDIKASI IMUNISASI :
⦁ BCG : tidak di berikan pada bayi yang menderita sakit kulit lama, sedang sakit
TBC dan panas tinggi.
⦁ DPT : tidak diberikan bila bayi sedang sakit parah, panas tinggi dan kejang.
⦁ POLIO : tidak diberikan bila diare dan sakit parah.
⦁ CAMPAK :tidak diberikan bila bayi sakit mendadak dan panas tinggi.
⦁ BCG : dengan suntikan kadalam kulit pada lengan atas sebelah dalam.
⦁ DPT : suntikan kedalam otot dipangkal paha.
⦁ CAMPAK : suntikan kebawah kulit dilengan kiri atas.
⦁ HB : suntikan pada lengan
⦁ DT/TT : suntikan kedalam otot pada lengan, paha ataupun punggung.
KONTRA INDIKASI IMUNISASI :
⦁ BCG : tidak di berikan pada bayi yang menderita sakit kulit lama, sedang sakit
TBC dan panas tinggi.
⦁ DPT : tidak diberikan bila bayi sedang sakit parah, panas tinggi dan kejang.
⦁ POLIO : tidak diberikan bila diare dan sakit parah.
⦁ CAMPAK :tidak diberikan bila bayi sakit mendadak dan panas tinggi.
TEMPAT PELAYANAN IMUNISASI :
⦁ POSYANDU
⦁ PUSKESMAS
⦁ BIDAN / DOKTER PRAKTEK
⦁ RUMAH BERSALIN
⦁ RUMAH SAKIT
⦁ TUJUAN
Membentuk daya tahan tubuh sehingga bayi/ anak terhindar dari penyakit tertentu dan kalau terkena penyakit tidak menyebabkan kecacatan atau kematian.
Membentuk daya tahan tubuh sehingga bayi/ anak terhindar dari penyakit tertentu dan kalau terkena penyakit tidak menyebabkan kecacatan atau kematian.
⦁ - EFEK SAMPING
⦁ BCG : 2 minggu setelah imunisasi terjadi pembekakan kecil dan merah di
tempat suntikan, seterusnya timbul bisul kecil dan menjadi luka parut.
⦁ DPT : bayi menderita panas di sore hari setelah mendapatkan imunisasi,
tetapi akan turun dalam 1-2 hari. Di tempat suntikan merah dan
bengkak serta sakit tetapi tidak berbahaya dan akan sembu sendiri.
⦁ CAMPAK : panas dan umumnya disertai kemerahan yang timbul 4- 10 hari setelah
Penyuntikan.
⦁ CARA MENGATASI :
⦁ BCG : luka tidak perluh diobati tetapi bila luka besar dan bengkak di ketiak
anjurkan kepuskesmas .
⦁ DPT : bila panas berikan obat penurun pansa yang diperoleh dari posyandu
dan berikan kompres hangat.
⦁ CAMPAK : bilah timbul panas berikan obat yang di dapat dari posyandu.
⦁ BCG : 2 minggu setelah imunisasi terjadi pembekakan kecil dan merah di
tempat suntikan, seterusnya timbul bisul kecil dan menjadi luka parut.
⦁ DPT : bayi menderita panas di sore hari setelah mendapatkan imunisasi,
tetapi akan turun dalam 1-2 hari. Di tempat suntikan merah dan
bengkak serta sakit tetapi tidak berbahaya dan akan sembu sendiri.
⦁ CAMPAK : panas dan umumnya disertai kemerahan yang timbul 4- 10 hari setelah
Penyuntikan.
⦁ CARA MENGATASI :
⦁ BCG : luka tidak perluh diobati tetapi bila luka besar dan bengkak di ketiak
anjurkan kepuskesmas .
⦁ DPT : bila panas berikan obat penurun pansa yang diperoleh dari posyandu
dan berikan kompres hangat.
⦁ CAMPAK : bilah timbul panas berikan obat yang di dapat dari posyandu.
4. PROSEDUR KERJA
a. pra intraksi :
- eksporasi perasaan, fantasi dan keakutan sendiri
- analisa kekuatan kelemahan popesional diri
- dapatkan data tentang klien jika mungkin
- rencanakan pertemuan pertama
b. orientasi
- tentukan alasan klien mintak pertolongan
- bina rasa percaya, penerimaan an komunikasi terbuka
- rumuskan kontrak pertama
- eksporasi pikiran, perasaan dan perbuatan klien
- indentifikasi masalah klien
- rumuskan tujuan dengan klien
c. fase kerja
- eksporasi stesor yang tepat, persiapan perawat, persiapan pasien, persiapan alat dan Bahan setelah itu melakukan tindakan, disaat melakukan tindakan minta kepada ibu pasien agar bayi nya di peluk. Jika semua itu telah siap lakukan tindakan beri imunisasi sesuai dengan usia bayi.
-dorong perkembangan kesadran diri klien dan pemakain mekanisme koping yang Konstruktif
-atasi penolakan prilku adaptif
d. terminasi
- ciptakan realitas perpisahan
- bicarakan proses terapi dan pencapain tujuan(RTL), jika setelah di imunisasi bayi anak ibu terjadi indikasi seperti kemerahan pada imunisasi BCG itu tidak apa-apa, itu memang efek samping dari imunisasi tersebut, tetapi pada imunisasi lain terjadi indikasi seperti kemerahan atau demam panas tinggi ibu segera membawah bayi ibu ke puskesmas terdekat dokter atau bidan.
- salin eksplorasi perasan, penolakan dan kehilangan sedih, marah dan perilaku lain.
E. KESIMPULAN
Imunisasi adalah suatu usahah untuk memberikan kekebala kepada bayi dan anak serta ibu hamil terhadap penyakit tertentu. Imunisasi adalah pemberian suatu vaksin kedalam tubuh bayi agar membentuk antibody pada bayi tersebut, imunisasi diberikan secara teratur agar perkembangan pertumbuhan pada bayi itu sempurna. Pada ibu imunisasi wajib di berikan kepada anaknya agar untuk mencegah terjadi penyakit seperti Hepatitis B dll. Imunisasi merupakan hal yang wajib didapatkan apada bayi usia 0- 9 bulan.


1 komentar:
goog
Posting Komentar